Analisis Safril Kasim,
Perspektif Menuju Buton Raya
(sumber: Kendari exspress, 13 Jun 2007, 33 x , Komentar)
BERSAMA memang LEBIH BAIK
Hari ini tepat dua pekan pasca momentum yang cukup bersejarah bagi perjalanan agenda penyatuan kembali wilayah-wilayah ex-Kesultanan Buton dalam satu terminologi wilayah : Provinsi Buton Raya, Buton Muna, Sultra Kepulauan atau apapun namanya
dikemudian hari yang disepakati. Dua pekan lalu, tepatnya, Senin, 21 Mei 2007, tonggak momentum itu dipancangkan oleh tiga Kepala Daerah, masing-masing Walikota Bau-Bau, Drs. M.Z. Amirul Tamim, M.Si, Bupati Buton, Ir. Syafei Kahar, dan Bupati Wakatobi, Ir. Hugua, di Ibukota Kabupaten Buton, Pasarwajo.
Dua pekan berlalu, momentum 21 Mei itu masih menjadi perbincangan menarik bagi komunitas Buton yang ada di Kendari, selain upaya menyatukan gerakan dalam memberi warna bagi perjalanan pembangunan Kota Kendari Lima Tahun Kedepan. Momentum 21 Mei menjadi lebih menarik karena menjadi awal yang sangat kondusif dalam penyatuan dua figur yang memperoleh mandat rakyat untuk memimpin dan memberi arah pembangunan Tanah Buton, Amirul Tamim, Walikota Bau-Bau dan Syafei Kahar, Bupati Buton. Menarik karena kedua figur ini dicitrakan seolah-olah bersimpangan jalan secara tajam dan �saling mengganggu� dalam perjalanan kepemimpinan beliau berdua.
Amirul diundang untuk mempersentasekan kesiapan Bau-Bau untuk menjadi Ibukota cikal bakal provinsi baru itu. Dari berbagai segi, Bau-Bau sangat siap untuk menjadi sebuah Ibukota Provinsi, bahkan kesiapannya melebihi dua Ibukota Provinsi terbaru di Sulawesi yaitu Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Barat. Grand design pemanfaatan ruang di Kota Bau-Bau memang telah disiapkan sedemikian rupa untuk menjadi Ibukota. Penetapan dan Pengisian fungsi Bagian-Bagian Wilayah Kota (BWK) diarahkan untuk menjadikan Kota Bau-Bau sebagai Pintu Gerbang Ekonomi Kawasan Timur Indonesia secara umum, dan Wilayah Sulawesi Tenggara secara khusus. Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Infrastruktur ekonomi kota terus digenjot yang berimplikasi pada peningkatan secara gradual angka-angka makro ekonomi kota. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tumbuh dengan sangat mengesankan, dari 2,52 % tahun 2003 naik menjadi 7,24 % tahun 2004 dan 7,93% tahun 2005, melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional. PDRB perkapita meningkat dari 5,261,390,75 tahun 2003 menjadi 7,359,023,52 tahun 2005, dan tentu saja jumlah penduduk miskin berkurang dari 22,3 tahun 2003 menjadi 19,21 tahun 2005.
Penyiapan Sumberdaya Manusia sebagai pelaku-pelaku pembangunan kota, hari ini dan kedepan menjadi agenda prioritas. Implikasinya adalah angka-angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bergerak kearah yang menggembirakan. Angka Harapan Hidup (AHH) bergerak naik dari 68,3 menjadi 69,3. Angka melek huruf (AMH) meningkat dari 93,4 % tahun 2004 menjadi 94,5 % tahun 2005 dan Kemampuan Daya Beli meningkat dari 589,1 menjadi 598,7. Selain itu, peningkatan SDM pada lingkup pemerintahan dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan aparat birokrasi sampai dengan level Master telah dilakukan dengan jumlah yang significant. Belum lagi dengan menyiapkan sejumlah reward bagi jajaran birokrasi dalam bentuk tunjangan daerah, dan bagi guru dilengkapi dengan tunjangan transportasi
Penyiapan SDM dan Pembangunan Ekonomi Kota, didukung dengan perbaikan kualitas Lingkungan Hidup Perkotaan dalam rangka menjadikan Bau-Bau sebagai Kota Hunian yang Nyaman, Asri, Sejuk dan Indah. Penataan ruang-ruang publik, penataan kaki lima tanpa harus ada gusur menggusur, serta penanganan sampah dan kebersihan kota menjadi agenda-agenda yang sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Kota Bau-Bau. Agenda peningkatan kualitas lingkungan hidup kedepan adalah Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lebih banyak dengan kualitas yang baik, Penanganan Sampah Perkotaan Berbasis Masyarakat, Konservasi Daerah-Daerah Tangkapan Air, dan Revitalisasi DAS Bau-Bau sebagai icon lingkungan hidup Kota Bau-Bau. Peningkatan kualitas aparat pengelola lingkungan hidup juga kemudian menjadi sangat penting dalam rangka mengawal komitmen Pemerintah Kota Bau-Bau dalam bidang ini.
Komitmen Pemerintah Bau-Bau untuk menjadikan �halaman depan� Bau-Bau dengan konsep Waterfront City juga menjadi catatan tersendiri bagi keindahan Kota Bau-Bau hari ini. Pantai Kamali dengan segala assesorisnya, Pantai Lakeba dengan fasilitas restoran dan view alami laut dan desiran ombaknya, menjadikan halaman depan Bau-Bau menjadi sangat nyaman untuk dinikmati. Belum lagi kalau Kota Mara yang dalam proses perencanaan terwujud menjadi Kota Pantai yang indah, nyaman dan bersahabat, dengan Icon Masjid dan Islamic Centre sebagai penanda bahwa Kota Bau-Bau pernah menjadi sebuah Ibukota Negeri Kesultanan yang cukup disegani diseantero nusantara ini.
Tuntas. Dengan semangat kebersamaan Pemerintah dan Masyarakat, Bau-Bau hanya membutuhkan Lima Tahun masa penataan untuk siap menjadi sebuah Ibukota Provinsi Baru. Usai persentase, Tiga Tokoh Buton tersebut bergandengan tangan seolah menyatakan mereka telah siap untuk disaksikan masyarakatnya menjadi perekat pembangunan Tanah Buton kedepan. Ternyata, Amirul-Syafei adalah dua pribadi dan tokoh besar dengan kadar kenegarawanan yang teruji, paling tidak dalam konteks kebutonan. Citra bahwa selama ini mereka �berseberangan� adalah pencitraan yang di grand design oleh dan untuk kepentingan kekuasaan tertentu. Kita berharap, kedepan mereka akan saling mengikhlaskan. Tidak hanya beliau berdua, tetapi tidak kalah pentingnya adalah gerbong dibelakang beliau berdua. Hugua, sang saudara bungsu, dengan pengalaman dan kecerdasan fasilitasinya puluhan tahun, menjadi katalis yang sangat efektif dalam proses ini. Masyarakat Buton dimanapun menaruh harapan besar kepada kebersamaan beliau bertiga, yang mendapat mandat rakyat, untuk membawa Buton kearah yang lebih baik. Entitas kebutonan mesti bisa menjadi perekat, dalam bingkai kebhinekaan Indonesia dan bahkan dalam frame diversifitas global. Moment 21 Mei adalah sebuah penegasan akan bermartabatnya sebuah keihlasan untuk bersama. BERSAMA memang selalu LEBIH BAIK. Bukan begitu?***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar